Menyontek: Budayakah atau Tanda Kekurangpercayadirian Siswa?

Tema              :Excellent With Morality
Judul              :Menyontek: Budayakah atau tanda kekurangpercayadirian siswa?
Penulis            : Ijud
Email              : ijudm@yahoo.com
Mahasiswa S1 Antropologi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Airlangga
                                                                                                   
Menyontek: Budayakah atau tanda kekurangpercayadirian siswa?
Sekolah atau perguruan tinggi adalah tempat pendidikan dan tempat orang berpendidikan. Awal dari seorang individu untuk mengenal dunia luar yang lebih luas dan mempengaruhi untuk perkembangan karakter individu. Maka disanalahperan dunia pendidikan sangat besar untuk memajukan  suatu bangsa karena keberhasilan suatu bangsa ditentukan oleh keberhasilan individu-individu yang ada didalamnya. Seperti kata Daud Marwah “Kesuksesan suatu bangsa adalah akumulasi dari kesuksesan individu-individunya”. Untuk mencapai kesuksesan itu seperti biasanya di sekolah-sekolah maupun di perguruan tinggi diadakannya ujian tengah semester  atau ujian akhir semester dalam rangka menguji kemampuan pelajar atau mahasiswa dalam bidang yang digelutinya. Kegiatan UTS (Ujian Tengah Semester) dan UAS (Ujian Akhir Semester) dilaksanakan rutin dalam jangka waktu tiga bulan sekali untuk UTS dan enam bulan sekali untuk UAS.
Pelaksanaan ujian yang memiliki tujuan yang jelas yaitu untuk mengukur kemampuan para siswa atau mahasiswa dibidang yang ia geluti. Namun kita harus kritis terhadap keadaan yang sudah berlangsung lama di dunia pendidikan dalam menjalankan ujian itu. Apakah individu betul-betul mempunyai kemampuan itu atau hanya sebuah formalitas untuk melaksanakannya saja. Disetiap ujian sampai saat ini masih banyak siswa maupun mahasiswa sekalipun yang menyontek. Menyontek adalah perbuatan menyimpang di dunia pendidikan karena perbuatan ini sangat merugikan orang yang melakukannya. Entah kenapa penulis pernah mendengar dari teman waktu ia duduk dibangku kuliah dan melaksanakan ujian masih ada perbuatan itu padahal sangat dijaga sangat ketat oleh petugas ujian. Terkadang berfikir sesaat tentang kejadian ini, apakah menyontek itu sudah menjadi budaya di dunia pendidikan yang sangat mengakar kebiasaan para peserta didik ataukah suatu kekurangpercayadirian dari individu tersebut?

Untuk menjawab pertanyaan diatas perlu adanya suatu ketelitian kita dalam membedakan budaya atau kebiasaan yang sudah  mengakar ataukah kekurangpercayadirian atau kurangnya percaya diri seorang individu terhadap kemampuannya. Penulis pernah mendengar cerita dari teman yang pernah melihat perbuatan menyontek ini, orang yang melakukan perbuatan menyontek ini ternyata dia adalah orang yang kurang faham dengan pertanyaan yang diberikan dan tidak mengertinya terhadap pertanyaan itu serta ada juga bahwa orang yang melakukannya itu adalah orang yang ketika masa pembelajarnnya ia santai-santai saja tetapi ketika ujian ia sangat sibuk dengan keingintahuan terhadap pertanyaan yang diberikan sehingga menjadikan ia menyontek dan tidak percaya diri ketika mengerjakan soal-soal yang diberikan karena faktor itu. Sehingga ketika berbicara masalah perbuatan atau tindakan menyontek maka bisa disimpulkan bahwa perbuatan ini adalah berawal dari kekurangpercayadirian individu dalam mengerjakan soal yang diberikan dan berujung kepada kebiasaan yang sudah mengakar akhirnya menjadi suatu budaya.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I'm coming