Antropologi Belum Merakyat, Kenapa?
Judul              : Antropologi Belum Merakyat, Kenapa?
Penulis            : Ijud
Email              : ijudm@yahoo.com
Mahasiswa S1 Antropologi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Airlangga

Antropologi Belum Merakyat, Kenapa?
Pada era sekarang yang semakin maju, semakin banyak juga masyarakat terhadap pengetahuan tentang ilmu-ilmu yang dianggap kurang popular. Tetapi entah kenapa sampai saat ini masyarakat belum tersentuh pengetahuannya oleh Ilmu Antropologi. Sejauh ini Antropologi masih belum tersosialisasikan, banyak masyarakat dan para para siswa yang masih belum tahu apa itu Antropologi. Antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia dan segala aspek kebudayaannya. Secara umum Antropologi masih dianggap ilmu yang sebatas pada pemahaman masyarakat dari bidang sosial saja. Banyak masyarakat berpendapat bahwa Antropologi itu adalah Ilmu Perbintangan. penulis sempat senyum ketika mendengar pengetahuan yang dimiliki masyarakat tentang ilmu ini.
Pada PPKMB lanjutan Unair (10/20), pertemuan ini menyinggung tentang keluh kesah dari sekian mahasiswa baru Antropologi yang masih berpikir sempit tentang bidang ilmu studi antropologi. Dipertemuan ini ada pemateri dari alumni, namanya Mas Endro dan Mas Uus. Kedua alumni ini pertama menceritakan pengalaman selama dia kuliah di Program Studi Antropologi dan setelah lulus dari Program Studi Antropologi, pengalamannya Mas Endro ketika di kuliah di Unair, dia sama dengan anak-anak yang sekarang alami, ketidaktahuan akan Prodi yang digelutinya. Namun ketika dia jalani semakin lama ternyata Prodi ini semakin asyik dan menantang untuk dijalani dan Mas Endro pun tidak mengeluh lagi masuk di Prodi Antropologi bahkan dia sekarang sudah bekerja sebagai hubungan masyarakat di salah satu perusahaan gas yang ada di Jawa Timur. Dalam pertemuan ini juga Mas Endro memotivasi anak-anak mahasiswa baru Antropologi untuk lebih semangat lagi di Prodi yang mereka pilih.
Setelah Mas Endro panjang lebar, Mas Uus menambahkan pengalaman-pengalamannya selama kuliah dan setelah kuliah di Prodi Antropologi Unair. Dia sempat berbicara panjang lebar tentang pengalamannya selama kuliah, Mas Uus pernah tidak yakin dengan jurusan Antropologi yang telah dia pilih tetapi dia jalani dengan ikhlas dan meyakini bahwa semua ilmu pasti ada manfaatnya kelak nanti. Alhamdulillah, Mas Uus akhirnya sukses dan menjadi kepala cabang di salah satu bank di daerah Jawa Timur. Pengalamannya itu cukup membuat semangat anak-anak dan sekaligus memotivasi anak-anak mahasiswa baru.
Pengalaman itu disampaikan untuk memotivasi mahasiswa baru Antropologi yang masih bingung akan Prodinya sendiri. Sewaktu kuliah Mas Uus semspat tidak tepat masuk sasaran juga, dia ingin masuk AURI tetapi karena badannya pendek akhirnya dia tidak bisa masuk AURI. Setelah itu Mas Uus kuliah di Prodi Antropologi Unair, Antropologi ternyata menjadi pilihan tepat untuk Mas Uus, semenjak dia lulus dari Antropologi, dia bisa menghadapi berbagai macam karakter manusia bahkan bisa mengendalikannya.

Dari kedua cerita alumni Antropologi Unair cukup membuat sadar para mahasiswa baru yang masuk Prodi Antropologi bahwa setiap ilmu yang kita sukai dan kita cintai serta dijalani dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan pasti mendatangkan kemanfaatan yang besar. Begitu pun  dengan mahasiswa baru yang sudah masuk Antropologi dituntut untuk memiliki pemikiran bahwa kesuksesan itu tidak melihat asal kita darimana tetapi melihat pengorbanan dalam proses yang sudah ditempuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I'm coming