Delak-delik Terminal Kampung Rambutan
Judul              : Delak-delik Terminal Kampung Rambutan
Penulis            : Ijud
Email              : ijudm@yahoo.com
Mahasiswa S1 Antropologi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Airlangga

Delak-delik Terminal Kampung Rambutan

Kota besar adalah kota yang perekonomiannya lebih maju dibanding kota-kota kecil, disanalah pusat bisnis yang banyak didatangi dan menjadi tempat pusat kegiatannya. Disana banyak orang yang sibuk dengan kegiatannya sehingga setiap hari harus bolak-balik dari rumah ke tempat kerja, yang dekat ataupun yang jauh jaraknya. Jakarta adalah kota terbesar di Indonesia sehingga banyak sekali orang-orang dari seluruh Indonesia yang merantau kesana.
Di kota besar maupun kota kecil selalu adanya pusat pertemuan kendaraan antara kota atau antar provinsi atau yang lebih dikenal dengan nama terminal. Ditempat inilah setiap hari banyak orang yang keluar masuk kota, contohnya terminal Kampung Rambutan salah satu terminal yang ada dikota Jakarta. Banyak sekali bis atau kendaraan lain yang beroperasi di pulau jawa atau sekitarnya dan melewati terminal Kampung Rambutan. Sekilas saja berbicara tentang terminal kadang-kadang terpikir tempat itu sangat rawan karena banyak kejahatan yang sering  terjadi. Setuju atau tidak, setiap kejahatan itu bisa terjadi kapan pun dan dimanapun tak terkecuali juga diterminal. Terminal Kampung Rambutan adalah contohnya banyaknya delak-delik yang terjadi setiap hari.
            Ada calo yang memaksa calon penumpang untuk naik ke kendaraan tertentu, ada pedagang yang memarahi dan memaksa pembeli untuk membeli barang dagangannya, ada agen bis yang menerapkan tarif yang sangat tinggi dan ada juga dan ada juga agen yang membohongi calon penumpang dengan memberikan tawaran pada calon penumpang kata agen ke calon penumpang yang menaiki bis tertentu akan dapat makan dua kali selama diperjalanan, ada juga agen yang membohongi penumpang dengan mengingkari omongannya, sesuai dengan janji agen bis bahwa bis tertentu sampai sempat tujuan. Tetapi ditengah jalan diturunkan dan di over ke bis yang lain kemudian ada bis yang janjinya berangkat jam tertentu kepada penumpang tetapi keberangkatannya itu hanya omong kosong saja, buktinya terlambat sampai beberapa jam. Bahkan di terminal ada juga kejahatan hipnotis, seseorang di hipnotis kemudian diambil semua barang berharga yang dibawahnya.

Begitu beragamnya kejahatan di terminal Kampung Rambutan dan itu terjadi setiap hari. Selain itu masih banyak kejahatan-kejahatan kecil yang sering terjadi contohnya pengamen yang terkadang memaksa kepada penumpang untuk memberikan uang dan petugas masuk termasuk yang memungut para calon penumpang dengan harga Rp 1000,- padahal yang tertera di karcis hanya Rp 200,-. Dimanapun kejahatan yang terjadi karena adanya kesempatan dan calon korban apalagi di terminal yang merupakan pusat pertemuan berbagai jenis kendaraan dari setiap kota dan setiap provinsi yang dikunjungi para calon penumpang dan penumpang yang turun di terminal itu. Maka disana banyak sekali kesempatan untuk melakukan kejahatan. Maka sebagai calon penumpang atau penumpang yang mengunjungi terminal harus lebih hati-hati dalam berbagai situasi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I'm coming