Three weeks in Memorial
Bangun.. Bangun..
Bangun..
Bangun.. Qiyamullail..
Waktu
itu menunjukkan pukul 03.30 wib, terdengar suara dibalik pintu, pintu terbuka..
dan ternyaata itu Supervisor asrama PPSDMS Regonal 4 Surabaya.. Terhentak.. ku
terbangun langsung mengambil air wudlu kemudian melaksanakan sholat tahajjud
dilanjut sholat subuh berjamaah dan terakhir diisi dengan WBS (waktu berkah
subuh) yaitu pembacaan Al Matsurat. Itulah kegiatan pertama dihari pertama yang
kulakukan di asrama PPSDMS sebagai peserta angkatan 7 Regional 4 Surabaya. Tak kenal
maka kenalan! Itulah kata yang pas sebelum melanjutkan cerita pengalaman 3
minggu sebagai peserta PPSDMS, maka dari itu perkenankan untukku mengenalkan
diri. Namaku Ijud mahasiswa Antropologi FISIP Universitas Airlangga dengan
tekad yang kuat memberanikan diri untuk bergabung dengan PPSDMS setelah
melewati beberapa seleksi yang sangat ketat.
Awal
tinggal di asrama menjadi awal untuk berusaha menjadi orang yang sadar akan
statusnya sebagai Warga Negara Indonesia sekaligus mahasiswa. Sebagai WNI
berkewajiban untuk membela tanah airnya dengan sepenuh jiwa raga dan sebagai
mahasiswa berkewajiban untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. Kesadaran
inilah yang membuatku siap untuk ditempa di asrama peradaban ini. Pengalaman ini
berawal ketika siang itu kubuka sosial media kemudian kulihat status Akh Jilul
peserta PPSDMS angkatan 6 yang isi statusnya kurang lebih seperti ini, “ini
bukan beasiswa biasa kawan..” Ketika kulihat status itu hatiku langsung
terhentak, ada apa ini? Apakah aku diterima sebagai peserta PPSDMS angkatan 7? Pertanyaan
itu langsung menghantarkanku untuk melihat websitenya.. Kubuka.. Sejenak!! Ku
terdiam, terpaku, seakan jantung ini tidak berdetak, perasaan dihati bercampur
aduk antara tidak percaya bahwa aku diterima sebagai peserta sekaligus terharu
karena beasiswa ini bukan hanya sekedar beasiswa biasa tetapi ini sesuatu
kesempatan untuk bagaimana seorang mahasiswa memperankan statusnya sebagai
mahasiswa yaitu sebagai ujung tombak bangsa dalam perubahan melawan era
globalisasi yang semakin mendesak.
Mulai
saat itu, aku termenung dan mencoba untuk introspeksi diri secara intensif
karena dalam kesempatan inilah aku diberi kesempatan untuk meng-upgrade diri dan
menempa diri menjadi pribadi yang mempunyai karakter sebagai pemimpin masa
depan. Hari-hari kulalui untuk mencoba merubah prilaku-prilaku buruk dan tidak
bermanfaat segera ditinggalkan dan diganti dengan kegiatan-kegiatan yang
bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun bagi bangsa tercinta, Indonesia. Namun
semua itu tidak bisa berjalan bergitu saja karena dalam asrama peradaban itu
terkumpul 35 mahasiswa dari dua perguruan tinggi negeri yang berbeda tentunya
mempunyai pemikiran-pemikiran yang berbeda pula dan semua itu harus disatukan
demi mencapai tujuan mulia yaitu terwujudnya Indonesia yang lebih dan
bermartabat serta kebaikan dari Allah Pencipta alam semesta. Tetapi semua itu yakin
terwujud dengan program-program harian, pekanan, bulanan yang ada diterapkan di
asrama. Setiap hari semua penghuni asrama diwajibkan untuk mengikuti program
pagi seperti Qiyamullail, Sholat Subuh Berjamaah, Pembacaan Al-Matsurat
bersama, Taujih. Untukku pribadi kebiasaan seperti ini mungkin agak tidak
terbiasa meskipun pernah melakukannya, hal ini menjadi tantangan awal adaptasi
dengan kehidupan asrama. Minggu pertama awal pembinaan cukup berat memang tetapi
inilah yang harus dilakukan dan harus diikuti karena perubahan itu perlu
dilakukan dari sekarang, dari hal kecil dan dari sendiri sebagai modal awal
untuk menjadi harapan pemimpin masa depan. Selama itupun aku harus beradaptasi
dengan teman-teman baru yang berasal dari dua perguruan tinggi berbeda dan dari
beragam jurusan. Untuk menyatukan kami, yang berjumlah 35 orang mahasiswa
dengan idealismenya masing-masing, asrama mengadakan program Deep Introducion
sebagai wadah sarana untuk saling mengenal lebih dalam lagi antar peserta
PPSDMS. Pertama yang paling kurindukan dalam hidup ini adalah kegiatan upacara
dan tidak disangka-sangka di asrama setiap hari melakukan upacara atau apel
setiap sebelum memulai acara lainnya, ini menjadi penyemangat untuk menumbuhkan
rasa nasionalisasi terhadap PPSDMS sekaligus terhadap Indonesia tetapi meskipun
begitu tetap perlu adaptasi karena kegiatan ini dilakukan setiap hari sebelum
melakukan kegiatan asrama. Seminggu berlalu sudah mulai terbiasa dengan
kegiatan asrama begitu pun sudah mulai saling mengenal antara peserta di asrama
ini. Program-program yang dijalankan pun sudah bisa ku ikuti meskipun sampai
sekarang masih belum bisa mengatur waktu tidur agar waktu acara pagi tidak mengantuk tetapi ini selalu
kuperbaiki agar terbiasa.
Dalam
pembinaan mahasiswa-mahasiswa terpilih dari sembilan perguruan tinggi negeri yang
tentunya lebih beragam lagi daripada dua perguruan tinggi negeri berbeda sehingga
PPSDMS mempunyai sebuah acara yang bertujuan untuk mengukuhkan para mahasiswa
terbaik bangsa dari sembilan ptn sebagai peserta PPSDMS angkatan 7 yaitu
National Leadership Training yang dilaksanakan di Jakarta dan Universitas
Indonesia selama satu pekan. Detik-detik menjelang acara itu semuanya
dipersiapkan salah satunya haflah (kreasi seni) yang harus ada dari setiap
regional dan semua persiapan lainnya. Tentunya ini menjadi tanggung jawab baru
yang harus ditanggung dan harus dilakukan demi berjalannya dengan baik acara
disana. Waktu itu, tanggal 18 agustus 2014, berangkatlah kami dari Surabaya
menuju Jakarta. Kami sampai disana tanggal 19 agustus 2014 dan besoknya
mulailah acara NLC di P4TK, Lenteng Agung Jakarta Selatan. Kesan awal di acara itu
sangat luar biasa kareng kesembilan perguruan tinggi yang menjadi peserta itu
merupakan perguruan tinggi negeri terbaik Indonesia. Ini menjadi kebanggaan
tersendiri karena bisa berada diantara mereka untuk melakukan langkah awal
dalam perubahan bangsa. Pada pembukaan NLC, entah kenapa hati ini mengharu biru
dan tak kuat menahan air mata ketika mengikuti pembacaan idealisme kami dan menyanyikan
Hymne PPSDMS bersama. Selama NLC, semua tata cara hidup yang produktif
diajarkan dari mulai cara makan yang benar, bagaimana cara memanfaatkan waktu
dengan baik dalam setiap kegiatan meskipun dalam hal kecil seperti mandi. Tidak
hanya itu, disana banyak sekali mendapatkan pembekalan berupa ilmu-ilmu dari
beberapa tokoh yang sangat inspiratif sekali. Ini lebih menguatkan kembali
untuk kami, sebagai peserta PPSDMS agar menjadi pribadi yang bisa menjadi
harapan bangsa. Go go PPSDMS.. Go go Heroboyo.. Engkau akan menjadi sahabat
masa depan dalam membangun Indonesia Jaya.. Amin
Komentar
Posting Komentar