Nama             : Ijud
NIM               : 071211733044
Prodi               : S1 Antropologi
Fakultas Ilmu Sosial dan IlmuPolitik
Universitas Airlangga

Pro Kontra: Evolusionisme dan Krasionisme
·         Evolusionisme
            Evolusi yang memiliki kata dasar evolvere yang berarti membuka gulungan,  artinya bahwa spesies adanya perubahan makhluk hidup dari bentuk sederhana kebentuk yang lebih kompleks yang berlangsung dari generasi kegenerasi  berikutnya dalam waktu yang lama (http://afilatullaili.blogspot.com). Tidak bisa dipungkiri, adanya sebuah teori yang muncul selalu diikuti oleh kritik dan/atau pun dukungan dari para ilmuwan atau dari masyarakat. Seperti halnya teori evolusionisme yang sampai saat ini masih menjadi perdebatan di dunia keilmuwan. Salah satu yang menjadi perdebatan yaitu tentang mutasi atau pemutusan atau penggantian yang terjadi pada molekul DNA. Dalam kenyataannya, mutasi bersifat kecil, acak, dan berbahaya. Mutasi jarang terjadi, kalau pun terjadi kemungkinan besarmutasi tidak berguna sehingga karakteristik mutasi ini menunjukkan bahwa mutasi tidak mengarah pada perkembangan evolusioner. Adapun alasan mutasi tidak dapat dijadikan bukti evolusi adalah:
1.      Efek langsung dari mutasi membahayakan. Karena, mutasi hampir selalu merusak makhluk hidup yang mengalaminya.
2.      Mutasi tidak menambahkan informasi baru pada DNA suatu organisme. Mutasi tidak dapat memberi makhluk hidup organ atau sifat baru.
3.      Agar dapat diwariskan pada generasi selanjutnya, mutasi harus terjadi pada sel-sel reproduksi organism tersebut. (http://bangkusekolah-id.blogspot.com). 
            Selain itu Darwin (dalamhttp://bangkusekolah-id.blogspot.com) mengemukakan bahwa makhluk hidup yang memiliki organ-organ yang mirip atau disebut homolog  mempunyai hubungan evolusi di antara mereka dan organ-organ ini diwarisi dari nenek moyang yang sama. Kemudian hal ini ditentang karena homologi hanya merupakan argumen yang didasarkan kemiripan fisik. Tidak pernah dibuktikan satu fosil nenek moyang yang memiliki struktur homolog. Hal ini karena alasan berikut:
1.      Organ-organ homolog ditemukan juga pada spesies-spesies yang berbeda.
2.      Kode-kode genetis beberapa makhluk yang memiliki organ homolog sama sekali berbeda.
3.      Perkembangan embriologis organ-organ homolog benar-benar berbeda pada makhluk-makhluk yang berbeda.

·         Krasionisme
Mungkin pembaca masih asing dengan kata Kreasionisme, kreasionisme ini masih berupa teori yang menjadi penentang terhadap teori evolusionisme. Kreasionisme sendiri memiliki arti bahwa Kreasionisme merupakan  kepercayaan bahwa manusia, kehidupan, bumi, dan seluruh jagad raya mempunyai asal-usul secara ajaib, artinya ada campur tangan Yang Maha Kuasa yaitu Tuhan (http://id.wikipedia.org/). Penganut kreasionisme menganggap penciptaan itu hanya didasarkan atas keyakinan dan  tidak dipengaruhi oleh penjelasan ilmiah.
            Gagasan Kreasionisme ini menolak terhadap kejadian sains didunia ini, yaitu tentang evolusioner dan kreasioner meyakini bahwa makhluk hidup itu diciptakan oleh Tuhan tanpa melalui proses evolusi. Tetapi teori ini mendasarkan pemikirannya pada keyakinan ,sehingga banyak yang pro maupun kontra. Contohnya adalah sebagai berikut:
Gagasan kreasionisme (penciptaan) adalah sebuah gagasan yang menolak sains dalam menjelaskan asal usul mahluk hidup. Frase “Sains penciptaan” adalah kekonyolan, dan tidak mesti diajarkan dimanapun di sekolah. Bahkan sebagian umat Kristen, melihat kalau itu adalah penyimpangan dari injil dan mengalihkan non-kristen/islam yang menyadari kalau kreasionisme adalah kekonyolan.Walau demikian, kita tidak dapat memakai sains untuk membuktikan ketiadaan tuhan; itu mustahil. Dua ilmuan besar amerika diantara banyak ilmuan lainnya yang percaya adanya tuhan namun menolak kreasionisme adalah Francis Collins, ketua Human Genome Project, dan Kenneth Miller, penulis buku paket biologi Sekolah Menengah di AS. Banyak orang terkenal yang benar-benar ingin mengajarkan kreasionisme di sekolah, sebagian dengan istilah “desaincerdas”, namun yang mereka ganti hanyalah nama. (http://ateisindonesia.wikidot.com).
            Ini menunjukkan bahwa teori ini lebih banyak dianut oleh orang-orang beragama yang masih mendasarkan pemikirannya dengan agama yang mereka miliki. Namun Kreasionisme sendiri mempunyai alas an tersendiri terhadap penyikapan penentangnya, yaitu:
Kausalitas Allah tidak dapat dipahami sebagai salah satu dari kausalitas-kausalitas yang kita kenal dalam dunia empiris keseharian. Kausalitas Allah bersifat unik. Kausalitas yang dimaksud adalah suatu hokum sebab akibat yang memungkinkan suatu ontology dapat menjadi penyebab dari eksistensi ontologi lain. Kausalitas Allah merupakan suatu penciptaan. Para filsuf dan teolog abad pertengahan sering menyebut kausalitas Allah pada tataran creatio ex nihillo. Artinya, hanya Allah-lah dzat yang mampu menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Teori-terori yang mendukung gagasan penciptaan tersebutlah yang pada akhirnya disebut sebagai teori kreasionisme (http://filsafat.kompasiana.com/).
            Dari pemaparan pro kontra terhadap evolusionisme dan Kreasionisme bias ditarik kesimpulan bahwa kedua faham ini memiliki dasar pemikiran yang berbeda. Evolusionisme sendiri mendasarkan pada logika terhadap fenomena yang ada di dunia ini dan mendeskripsikannya kedalam pembuktian secara ilmiah. Sedangkan kreasionisme sendiri mendasarkan fenomena yang ada di dunia ini, termasuk penciptaan manusia, didasarkan atas keyakinan yaitu bahwa manusia diciptakan langsung dan tidak melalui proses evolusi serta tidak bias pembuktian secara ilmiah.

Referensi:
1. http://sora9n.wordpress.com/tag/kreasionisme/ yang diunduh Jum’at14 Maret 2014
5.  http://ateisindonesia.wikidot.com/kreasionisme yang diunduh Jum’at 14 Maret 2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I'm coming